Tren Fashion Pria yang Lagi Naik Daun di Indonesia

Dari warung kopi di sudut Wanggudu, saya memperhatikan geliat fashion pria yang berubah cepat. Lima tahun lalu masih kaku, sekarang lebih cair. Yang menarik, tren yang dulu cuma ada di Ibukota sekarang merambah sampai ke kota-kota kecil. Berikut beberapa pola yang saya tangkap belakangan ini.
Streetwear Ala Kadarnya Tapi Tetap Kece
Kalau dulu streetwear identik sama brand-brand mahal, sekarang justru kebalikannya. Anak muda lebih bangga mix barang thrift dengan aksesori sederhana. Pernah liat kemeja kotak-kotak bekas dipadu celana lebar dan sepatu pantofel? Itu yang sekarang disebut "preppy casual" versi lokal. Logo besar-besaran udah nggak zaman, yang penting siluetnya pas Sudut pandang berbeda di tren fashion.
Media sosial juga dipenuhi warna-warna earthy tone. Krem, cokelat muda, hijau tentara, sama abu-abu mendominasi #OOTDPria. Padahal dulu cuma hitam-putih doang. Lucunya, ada yang nekat pakai cardigan tebel di cuaca panas. Keringetan tapi gaya tetep jalan, bangeet.
Nostalgia 90-an Kembali Menyerbu
Barang-barang jadul tiba-tiba jadi incaran. Jaket denim jaman baheula, kaos band jadul, sampai tas selempang kecil ala tahun 2000-an laris manis. Saya punya jaket denim peninggalan kakak yang umurnya udah 15 taun, eh malah dipuji pas dipakai ke kondangan. Uniknya, tren ini muncul dari bawah, bukan dipaksain brand-brand besar.
Yang bikin saya seneng, fashion pria sekarang lebih fleksibel. Nggak ada lagi aturan kaku soal "cowok harus begini". Blazer bisa dipadu sneakers, batik dipake sama chino, bahkan sarung dikombin hoodie buat nongkrong malem. Asal nyaman dan pede, semua boleh.
Tren emang silih berganti, tapi satu hal yang pasti: gaya sekarang lebih tentang ekspresi diri ketimbang ikut-ikutan. Anak muda Wanggudu udah mulai ngerti itu, dan sebagai pengamat, saya cukup optimis melihat perkembangannya. Kecuali soal cardigan di cuaca panas, itu mah tetep aneh sih.
Untuk konteks lebih: sumber resmi